saya mendapatkan inspirasi....Dari teman saya....bahwa Kalo kita sering membuat blog...itu sama saja kita telah mengsah otak kita

Upload ke Facebook dan Picasa Web dari Windows Live Photo Gallery

Windows Live Penggunaan software semacam Picasa atau Windows Live Photo Gallery akan memudahkan kita dalam mengatur, melihat, melakukan editing sederhana dan juga mengupload foto atau video yang tersimpan dalam komputer. Dari kekayaan fitur, menurut saya Picasa lebih unggul dibandingkan Windows Live Photo Gallery, namun untuk melakukan upload ke berbagai layanan penyimpanan foto dan video selain layanan mereka sendiri, Windows Live Photo Gallery lebih terbuka dengan ketersediaan dan kemudahan penambahan plugin agar dapat mengupload ke layanan tertentu.

Dari yang saya lihat dari menu Publish, ketika pertama kali menginstall Windows Live Photo Gallery, selain dapat digunakan untuk mengupload ke layanan Windows Live Photo, Windows Live Photo Gallery juga sudah dilengkapi fasilitas untuk dapat melakukan upload foto ke layanan Flickr. Dengan mengikuti submenu Add plugins, maka kita akan dibawa ke halaman yang berisi informasi plugin agar dapat mengupload foto atau video ke layanan lainnya, yaitu Facebook, Picasa Web Albums, YouTube, SmugMug, dan webiste yang menggunakan Drupal.

Berikut ini daftar dan informasi masing-masing plugin yang saya kutip langsung dari halaman plugins untuk Windows Live Photo Gallery.

LiveUpload to Facebook - Created by Will Duff. LiveUpload to Facebook is a plug-in for Windows Live Photo Gallery Beta that makes it easy for anyone to upload their photos to Facebook. The plug-in takes advantage of the new people tagging feature in Windows Live Photo Gallery Beta to persist your people tags onto Facebook.

LiveUpload to YouTube - Created by Will Duff. LiveUpload to YouTube is a plug-in for Windows Live Photo Gallery Beta and Windows Live Movie Maker Beta that makes it easy for anyone to upload their videos straight to YouTube.

Publish on SmugMug - Created by Omar Shahine. Publish on SmugMug is a plug-in for Photo Gallery & Movie Maker that supports publishing photos and video to the photo sharing site SmugMug.

Picasa Web Publisher - Created by Mark Steeves. Picasa Web Publisher is a publishing plugin for Photo Gallery. Picasa Web Publisher enables you to publish your photos to your Picasa Web account.

Drupal Publisher - Created by Chris Charabaruk. Drupal Publisher for Photo Gallery provides a quick and easy way to post your photos on a Drupal web site. Some experience with setting up Drupal modules may be required.

Saya sendiri baru mencoba menambahkan plugin LiveUpload to Facebook dan Picasa Web Publisher. Untuk instalasi Picasa Web Publisher agak merepotkan karena memerlukan .NET Framework 3.5, dan ketika saya mencoba mendownload .NET Framework 3.5 Service Pack 1 ternyata filenya cukup besar yaitu 231,5 MB. Untuk LiveUpload to Facebook tidak masalah karena cukup dari installer yang disediakan yang besarnya 2,63 MB.

windows-live-photo-gallery-publish

Untuk dua plugin yang saya install tersebut sudah saya coba untuk digunakan dan masing-masing dapat berjalan dengan baik.

Arah Pengetikkan Menjadi Terbalik pada Firefox

Tadi siang, saya sempat mengalami keanehan ketika menggunakan Mozilla Firefox yaitu saat mengetikkan sesuatu baik pada address bar, kotak pencarian, maupun pada hampir semua form-form yang ada pada halaman web. Apa yang saya ketikkan, arahnya akan terbalik menjadi disebelah kiri karakter sebelumnya. Misalnya saja ketika mengetikkan ab maka akan menjadi ba. Ketika mngetikkan http://maseko.com, maka yang akan terjadi seperti gambar di atas, tertulis moc.okesam//:ptth. Dan menurut saya waktu itu, kejadian ini terjadi tiba-tiba saja.

Saya tadinya berpikiran kalau yang terjadi disebabkan karena secara tidak sengaja saya memencet tombol shortcut pada keyboard untuk mengubah arah pengetikkan dari sebelumnya kiri ke kanan (left to right) menjadi kanan ke kiri (right to left) yaitu tombol Ctrl+Shift+X. Tetapi ketika saya mencoba menembalikannya dengan kombinasi tombol tersebut, masalah masih terjadi. Kalau saya bandingkan apa yang terjadi dengan ketika saya menggunakan tombol Ctrl+Shift+X juga berbeda, misalnya saja pada address bar, dengan shortcut ini, kursor akan berpindah ke kanan, sedangkan yang terjadi kursor tetap pada bagian kiri.

Pada bagian awal saya sebutkan bahwa masalah ini pun terjadi pada hampir semua form-form yang ada pada halaman web. Ya, ternyata memang ada salah satu halaman web pada salah satu tab yang pengetikkan pada form-nya masih bekerja normal, yaitu Facebook. Apakah ada hubungannya dengan Facebook?

Artikel pada Knowledge Base Firefox yang terkait masalah ini adalah tulisan Typed text becomes jumbled, yang menjelaskan kemungkinan penyebab mengapa pengetikkan di Firefox menjadi terbalik, yaitu:

  • Java applets
    Adanya Java applet yang terbuka pada suatu halaman web. Dengan mengupdate Java plugin akan mengatasi masalah ini pada Firefox 3.
  • Print preview
    Bug ini akan muncul ketika adanya jendela Print preview yang dibuka oleh suatu halaman. Solusinya, pastikan semua jendela Print Preview tertutup sebelum mengetik.

Saya membaca informasi tersebut setelah saya mencoba me-restart Firefox yang memang membuat Firefox kembali berjalan normal. Jika saya telusuri kembali, ada kemungkinan masalah yang menimpa saya terjadi karena penyebab pertama yaitu Java applet yang waktu itu saya sempat saya temui pada halaman uploder foto Facebook namun saya batalkan dengan mengklik link Simple Uploader. Ini saya buktikan kembali ketika saya kembali mengakses halaman upload foto di Facebook, dan ketika java applet dalam proses loading, saya mencoba mengetikkan sesuatu di address bar, dan yang terjadi arah pengetikan terbalik. Kemudian saya mencoba menunggu loading applet java tersebut selesai, dan saya temui arah pengetikkan di Firefox kembali normal.

Karena penyebab masalah sudah dapat diperkirakan, maka kini saatnya saya akan mengupdate Java plugin untuk Mozilla Firefox untuk mengatasi kemungkinan terjadinya masalah serupa.

Mencoba Google Chrome 2.0 Developer Preview

Google Chrome Tidak seperti layanan dan software yang dikembangkan Google, Chrome merupakan produk Google yang meninggalkan versi betanya. Dalam waktu 100 hari setelah beta-nya dirilis ke publik, Google merilis Google Chrome 1.0. Dan sepertinya Google memang terus menggeber pengembangan browser ini, seperti saat sekarang ini, cikal bakal Google Chrome 2.0 pun sudah dapat dilihat sebagai developer preview. Pengguna yang memang ingin terus mencoba dan mengikuti update Google Chrome terbaru ini dapat memanfaatkan Google Chrome Release Channels dengan memilih channel developer preview.

Mengenai Google Chrome Release Channels, ini merupakan pilihan yang diberikan Google kepada pengguna Chrome untuk memilih rilis yang diinginkan, apakah stable, beta, atau developer preview. Informasi masing-masing channel adalah sebagai berikut:

  • Stable channel.
    Setiap orang akan berada pada stable Stable channel ketika pertama kali menginstall Google Chrome dari Google. Stable channel akan diupdate dengan fitur dan perbaikan yang telah diuji pada Beta channel. Jika menginginkan browser Google Chrome yang solid tetapi tanpa fitur terbaru, Stable channel adalah pilihan untuk Anda. Update direncanakan empat bulan sekali.
  • Beta channel.
    Ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin menggunakan dan membantu memperbaiki fitur terbaru yang ada pada Beta channel. Sekitar sebulan sekali, Google akan mempromosikan fitur yang lengkap dan stabil dari Developer channel ke Beta channel. Beta channel lebih stabil daripada Dev channel, tetapi ini mungkin masih memerlukan perbaikan sebelum menjadi produk jadi. Update direncanakan sebulan sekali.
  • Developer preview channel.
    Developer channel merupakan kanal dimana ide-ide diuji dan mungkin di anataranya akan gagal. Dev channel mungkin akan sangat tidak stabil dan fitur-fitur baru biasanya memerlukan konfigurasi secara manual untuk mengaktifkannya. Dev channel releases dapat digunakan untuk orang-orang yang ingin membantu mengembangkan Google Chrome. Update direncanakan seminggu sekali.

Dapat dilihat, meskipun mempunyai fitur-fitur terbaru, Developer preview channel merupakan pilihan yang paling tidak stabil dan bisa jadi akan mengakibatkan masalah dalam penggunaannya. Dan Google Chrome 2.0 baru ada pada developer channel ini, dan akan sangat mungkin akan mengandung banyak sekali bug. Tetapi, jika memang ingin menyobanya, berikut adalah cara untuk masuk ke developer channel bagi yang saat ini sudah menggunakan Google Chrome.

chrome-channe-changer

  • Download Google Chrome Channel Changer 2.0 kemudian jalankan.
  • Pilih Def: The latest features and bugfixes kemudian klik Update.
  • Buka Google Chrome, dan masuk tombol menu dan pilih About Google Chrome.
  • Klik Update Now untuk mengupdate ke Google Chrome rilis terbaru.
  • Restart Google Chrome.

Jika memang sukses maka setelah restart dan masuk ke About Google Chrome kembali akan dapat dilihat versi terbaru saat ini.

chrome-dev-channel-edge-docking

Fitur baru yang dihadirkan pada Google Chrome 2.0 developer preview antara lain:

  • Penggunaan WebKit terkini yang mensupport fitur CSS non-standard Apple termasuk gradients, reflections, dan masks.
  • Edge docking yang memungkinkan men-drag suatu tab ke sisi dan terbuka sebagai jendela penuh atau ke sisi kanan atau kiri yang membuka jendela setengah layar.
  • Mendukung penggunaan user scripting. Untuk mengaktifkan fitur ini, Google Chrome harus dijalankan dengan menambah opsi —enable-user-scripts.
  • Mendukung full page zoom, form autocompletion, Google Bookmarks importing, dan middle-click drag scrolling.

Sekali lagi Google Chrome 2.0 masih dalam Developer preview channel, jadi akan sangat mungkin terjadi masalah dalam penggunaannya, misalnya saja yang saya alami, Google Chrome seringkali susah dibuka meskipun dalam Windows process saya temui adanya chrome.exe.